Sabtu, 23 Oktober 2021

LENTERA HIDUP EP. 01: LDR SURABAYA - KARAWANG

    Di sesi 1 kali ini Miss Ledup akan bercerita tentang bagaimana hubungan jarak jauh itu, yang biasanya disebut dengan istilah LDR, tapi berbagi pengalaman ini bukan membahas masalah tentang perasaan ya .. melainkan tentang pengalaman dalam proses ketemuannya. Oke gak berlama-lama lagi, Miss Ledup besar, tinggal, dan bekerja di salah satu kota metropolitan di Indonesia yaitu Surabaya, sedangkan pacar Miss Ledup sendiri merupakan anak solo yang berdomisili di Karawang. Singkat cerita meskipun hubungan kami LDR tapi hubungan ini bukan seperti LDR, yang mau ketemu ajha susah. Surabaya - Karawang bagaiman bermain di pekarangan rumah he he he ,, 

    Karena Miss Ledup orangnya mabuk darat khususnya klo naik mobil atau bus selalu muntah, jadi Miss Ledup suka banget klo perjalanan jarak jauh itu pakainya transportasi umum seperti kereta api. Mungkin pada mikir ya, kenapa gak naik pesawat ajah?? faktor utamanya adalah U (Uang) dan R (Ribet).  Kok bisa dibilang ribet, yaelah .. tau sendiri sekarang musimnya covid, dimana klo naik pesawat itu mesti swab dan pemesanan tiketnya juga gak bisa mendadak, ditambah harga tiketnya yang mehong banget. Jadi, Miss Ledup lebih milih naik kereta. 

    Oke ,, pengalaman pertama Miss Ledup ketemu mas Pacar ha ha ha .. dimana rutenya Surabaya - Karawang - Jakarta - Surabaya bikin puyeng kan. Pengalaman ini mungkin ajha bisa dibuat refrensi bagi teman-teman Lentera Hidup yang mau berpergian juga. Mempertimbangkan dari segi biaya, dan efektifitas waktu yang akan digunakan. 
        
    Waktu itu Miss Ledup berangkat naik kereta api Kertajaya yang berangkat dari stasiun Surabaya Pasar Turi, kereta berangkat pukul 21.05 WIB, namun saat itu persyaratannya harus rapid dulu kan .. jadi Miss Ledup yang saat itu bareng dengan teman sepakat buat rapid di pagi harinya. berangkat dari rumah pukul 07.00, sampai di stasiun pukul 07.43 gak pakai lama Miss Ledup langsung ajah cetak tiket secara mandiri. Oiya .. bagi yang belum tau, syarat perjalanan naik kereta, kita wajib beli tiket dulu ya, lanjut rapid, jika hasil (-) maka kita bisa go, tapi klo hasil rapidnya (+) maka tiket otomatis dibatalkan oleh pihak stasiun dan biaya pembelian tiket dikembalikan 100% dan kita mesti isiolasi mandiri di rumah selama 2 minggu. 

    Lanjut ... tiket kereta api Kertajaya saat itu yang dibeli Miss Ledup seharga 170.000 dan jenis tes rapid yang digunakan Miss Ledup itu G-Nose dengan harga 30.000 sekali tes, hasil yang didapat berlaku 1x24jam. Gak lama juga nunggu hasilnya sekitar 15 - 20 menit. Jadi bagi teman-teman yang mau berpergian usahkan max 1 jam sebelum pemberangkatan sudah dapat hasil tesnya. Setelah dapat hasilnya kami balik pulang ke rumah. saat itu Miss Ledup masih sempetin buat berngkat kerja dulu. 

    Singkat cerita, kami berangkat dari rumah pukul 18.00 sampai stasiun pukul 18.53 naik sepeda motor. Karena dirasa masih lama nunggu jadwal pemberangkatan, kami buat waktu tunggu untuk makan dulu di warung sekitaran stasiun, waktu menunjukkan pukul 20.30 pintu peron sudah dibuka, dan setelah kurang 10 menit pemberangkatan semua penumpang dipersilahkan naik ke kereta. Betul saja, karena pembatasan sosial bangku kereta dibuat 1 1, hal ini menurut Miss Ledup punya kekurangan dan kelebihannya. Kekurangannya kereta kalo sepi terlihat serem karena kan kereta yang dipakai Miss Ledup jenis kereta malam, kelebihannya yang gak sumpek karena bangku sebelah Miss Ledup kosong, jadi bisa dibuat selonjoran he he he ... 

    Meskipun tujuan akhir dari kereta api Kertajaya adalah Stasiun Pasar Senen kami turun di stasiun Bekasi, karena waktu itu Miss Ledup belum tau kalau ada kereta yang turun langsung stasiun Karawang. Tiba di stasiun Bekasi pukul 07.59, setelah turun kami memutuskan naik GoCar ke Karawang, menggunakan aplikasi dapat harga 160.000 belum tarif toll kami nambah 30.000. setelah menempuh perjalan kurang lebih 1 jam, kami sampai ditempat istirahat (VoxStay Karawang) waktu itu harganya sekitar 185.000/malam untuk ukuran kasur 120 x 200 namun karena kami datang lebih awal yaitu pukul 10.00, dikarenakan jam cek in seharusnya pukul dimulai 14.00 sehingga kami kena cash sebesar 50.000. Kamar mandi bersih, dapat 2 handuk, perlengkapan mandi (sabun, shampo, dan pasta gigi serta sikat gigi sekali pakai), hanya saja menurut Miss Ledup tempatnya terlalu kecil jika untuk berdua, lokasi juga dibelakang ruko-ruko. Jadi saat bagian receptionist berada dikawasan ruko-ruko tapi kamarnya di belakang ruko tersebut. 

    Lanjut kami mandi secara bergantian karena dah lengket semua, gak lama Miss Ledup ngabarin Mas Pacar untuk janjian ketemu di salah satu mall di kawasan Karawang. Singkat cerita, kami pindah penginapan, karena Mas Pacar ikut nginap bareng, pindahlah kami ke Apartmen Grand Sentraland di kawasan Telukjambe dengan aplikasi RedDoorz 1 kamar ukuran Deluxe Double seharga 120.000/malam. Ha ha ha ha .. sia sia kami sewa kamar, but it's okay lah gak masalah yang penting happy.(eitsss pikiran jangan jorok ya, udah dewasa juga +++). Oiy tau sendirikan kalo yang namanya apartemen itu didalamnya udah lengkap, seperti ada TV ukuran 32", perlengkapan makan, kompor, perlengkapan mandi, bahkan dispenser, dan kulkas mini. Apartmen Grand Sentraland ada 2 gedung, warna merah dan warna biru. sebagai informasi ajha, setahu Miss Ledup ,, klo apartmen yang merah dikelolah oleh aplikasi OYO, sedangkan apartemen yang biru dikelolah oleh RedDoorz. 

    Lanjut hari berikutnya, temen Miss Ledup karena ada kepentingan dia harus balik ke Surabaya lebih dulu dan akhirnya rubah jadwal pulang, Miss Ledup nganter dya ke stasiun Pasar Senen tapi Mas Pacar nyusul karena masih ada keperluan untuk ijin di tempat kerjanya. Dari Apartemen Grand Sentraland Karawang ke Stasun Pasar Senen Jakarta naik GoCar harga aplikasi ditambah tarif tol dan parkir mobil kurang lebih 300.000, kereta yang dipakai teman Miss Ledup kereta Gumarang Bisnis seharga 220.000 dan tes yang digunakan G-Nose dengan harga 30.000 dengan waktu pemberangkatan pukul 15.50. setelah keberangkatan teman Miss Ledup lanjut menginap di Townhouse 2 Hotel Gunung Sahari Jakarta dengan aplikasi OYO 1 kamar ukuran Deluxe Double seharga 180.000/malam dan terdapat uang jaminan sebesar 100.000. 

    Keesokan harinya Miss Ledup pun balik ke Surabaya dengan transportasi kereta api Kertajaya pemberangkatan pukul 14.10 dengan harga 180.000 dari stasiun Pasar Senen Jakarta tujuan akhir stasiun Pasar Turi Surabaya dengan estimasi sampai pukul 01.35 WIB. Miss Ledup juga menggunakan G-Nose tes seharga 30.000 sebagai syarat untuk perjalanan naik kereta. Jadi ini lah cerita pertama Miss Ledup tentang pengalaman LDR .. (Perjalanan ini dilakukan ditanggal 18 - 21 Juni 2021).


Pola bangku 1 1 yang dimaksudkan         




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LENTERA HIDUP EP. 01: LDR SURABAYA - KARAWANG

     Di sesi 1 kali ini Miss Ledup akan bercerita tentang bagaimana hubungan jarak jauh itu, yang biasanya disebut dengan istilah LDR, tapi ...